RIVIEW JURNAL OF FINANCIAL ECONOMIC
RIVIEW
JURNAL
JOURNAL
OF FINANCIAL ECONOMIC
LINK DOWNLOAD
Judul :
Cross-Owenership,Returns,And Voting in Mergers
Vol
& Hal : Volume 89,
Halaman 391-403
Tahun : 2008
Penulis : Gregor Matvos & Michael
Ostrovsky
Riviewer : Frisca Sandinni
Tanggal
: 14 Oktober 2017-10-16
1.
PENGANTAR
Dalam jurnal penelitian ini,
peneliti mendeskripsikan bagaimana mengembangkan bisnis dengan cepat. Salah
satu strategi yang dilakukan oleh pengusaha untuk mengembangkan usahanya adalah
dengan melakukan penggabungan usaha dengan menggunakan Merger & Acquistion.
Merger merupakan penggabungan dua perusahaan atau lebih, menjadi satu, dimana
perusahaan yang menggabungkan diri
lenyap dan berakhir statusnya, kemudian melanjutkan nama dan identitas
perusahaan yang digabung. Pada proses merger, catatan keuangan perusahaan yang
bergabung berahli seluruhnya kepada perusahaan yang menerima penggabungan.
Aquistion adalah pengambilalian suatu perusahaan dengan cara membeli saham atau
aset perusahaan tersebut, namun perusahaan yang dibeli asetnya tetap ada dan
berdiri. Hanya saja terjadi perahlihan dalam pengendalian perusahaan. Catatan
keuangan masing-masing perusahaan tetap ada.
Di dalam paragraf pertama, peneliti menegaskan
pada tanggal 27 oktober 2003, Bank Of America (BAC) mengumumkan rencana untuk
mengakuisisi FleetBoston Financial (FBF). Dalam sepekan setelah pengumuman tersebut, pasar kapitalisasi BAC menurun
sebesar $ 9 miliar, dari $ 122 miliar menjadi $113 miliar, sedangkan
kapitalisasi pasar dari FBF meningkatkan sekitar jumlah yang sama, dari $ 33,5
miliar menjadi $ 42,5 milliar. 10 pemegang saham tervesar BCA memiliki 24%
perusahaan dan kehilangan lebih dari itu $ 2 miliar dolar untuk kepemilikan BCA
mereka. Penggabungan itu kemudian di setujui oleh pemegang saham BCA. Mengapa
pemegang saham BCA setuju untuk kehilangan 10% pada kepemilikan mereka. Dalam
tulisan ini peneliti menunjukan bahwa insentif bagi banyak orang pemegang saham
mengakusisi perusahaan untuk memblokir pengembalian negatif.
Pada tabel 1 dijelaskan melalui
metode kualitatif di mana ilustri efek kepemilikan silang untuk Merger Bank Of
America-Fleet. Panel A mendaftar 10 terbesar pemegang saham Bank Of
America dan 10 terbesar pemegang saham
Armada sebelum merger. Delapan dari 10 pemegang saham berada pada kedua daftar.
Peneliti ini menunjukan adanya konflik kepentingan antara pemegang saham Acquirer-only (A-Only) Siapa yang melakukannya tidak
memegang saham target dan menangung
kerugian penuh, dan pemilik silang, yang mendapat kompensasi dari
kenaikan jumlah kepemilikan lintas institusional cukup besar.
2. KEPEMILIKAN
INVESTOR INSTITUSIONAL & KEMBALI SEKITAR PENGUMUMAN MERGER
Pada bagian ini, peneliti
menggambarkan kepemilikan investor institusional dan tingkat pengembalian
mereka di sekitar pengumuman merger, dan kemudian kami menunjukan bahwa dengan
mempertimbangkan kepemilikan perusahaan target membuat besar signifikan
perbedaan untuk keuntungan bagi investor perusahaan yang mengakuisisi.
Pada
peneliti ini, peneliti menggunakan sampel mencakup penggabungan lengkap publik
perusahaan AS yang diperdagangakan dilaporkan di Center for Research di
Indonesia harga keamanan (CRSP) dan Thomson Financiual SDC database merger
Platinum (SDC). Peneliti membatasi sampel untuk melakukan merger dimana
mengakuisisi perusahaan memiliki kurang dari 50% target sebelum tanggal
pengumuman dan 100% setelah selesainya transaksi. Peneliti juga mensyaratkan
bahwa kapitalisasi pasar dari target menjadi lebih besar dari $ 1 juta (
Inflasi disesuaikan,2003 dolar) dan juga lebih besar dari 1% dari pengakuisisi.
Akhirnya peneliti mengecualikan penggabungan yang melibatkan perusahan yang
memiliki banyak kelas saham di perdagangkan, merger melibatkan perang
penawaran, penggabungan CRSP dan Database SDC melaporkan tanggal pengumuman
yang berbeda lebih dari satu hari perdagangan, dan catatan yang tidak bisa
dicocokan dengan data harga dan pengambilan, informasi tentang kepemilikan
(institusional berasal dari basis data CDA/ spectrum Institusional Thomson
Finan-cial (13f)holdings. Peneliti hanya mempertimbangkan penggabungan dimana
pemilik kapal institusional di kedua perusahaan yang berpartisipasi itu
positif. Sampel yang dihasilkan mengandung 2.529 observasi. Perbedaan ini
kembali menunjukan bahwa kedua kelompok pemegang saham dapat memiliki insetif
yang sangat berbeda tingkat pengembalian yang disesuaikan dari BAC-FBF.
3. VOTING
Pada bagian 2 peneliti menunjukan
bahwa, sementara pemegang saham yang hanya saham di perusahaan yang
mengakuisisi rata-rata menyadari hasil pengumuman negativ, rivalnya rata-rata
menyadari pengembalian yang mendekati nol. Pemegang saham institusional,
pemilik silang, sebenarnya menyadari hasil positif, bahkan di Indonesia merger
ekuitas ,menunjukan potensi konflik bunga antara pemegang saham yang memegang
saham saja di pengakuisisi dan pemilik silang.
Peneliti menunjukkan bahwa, dalam
merger, reksa dana yang memegang saham keduanya pengakuisisi dan target lebih
cenderung memilih merger dari pada yang memegang saham hanya diperusahaan
pengakuisisi. Efek ini hadir saja dalam marger dengan efek pengumuman negatif,
menunjukan itu, seperti yang diharapkan, konflik hanya muncul dalam merger
dengan hasil negatif di perusahaan pengakuisisi. Ini untuk kepentingan keduanya
kelompok pemegang saham untuk melewati merger dengan hasil baru. Dan dari data
pada penelitian, sampai saat ini, memberikan suara dalam rapat pemegang saham
di AS rahasia. Reksadana dan investor lainnya tidak harus mengungkapkan
bagaimana mereka memilih kecuali jika mereka menginginkannya lakukanlah mulai
tahun 2003, bagaimanapun, Efek dan Komisi Pertukaran (SEC) mewajibkan semua
reksadana untuk mengungkapkan suara mereka dalam persiapan N-PX dan N_PX/A.
Data kami set dikumpulkan dari pengajuan yang diajukan oleh dana ke SEC antara
Agustus 2004 dan Desember 2006. Pengajuan ini berisi informasi tentang suara
pemegang saham pertemuan yang berlangsung antara 1 Juli 2003 dan Juni 30, 2006.
4. KESIMPULAN
Pada penelitian ini adanya
penggabungan sampel rata-rata dengan memiliki pengakuisisi negatif dengan total
pengumuman untuk pemegang saham institutional dapat juga mengindentifikasi kelompok-kelompok
pemegang saham. Adanya perbedaan perilaku mengakibatkan terjadinya literul
tentang konflik kepentingan di negara dengan kebanyakan berfokus pada hubungan
keagenan antar negara manajemen dan pemegang saham, sesuai reksa dana yang
memiliki pengertian fidusie dari pemegang saham mereka sebab itu harus memilih
dengan memaksimalkan nilai kepemilikan di perusahaan pengakuisisi dan target.
Dengan kata lain kepemilikan silang berfotensi mengarah tidak hanya pada
kemungkinan yang lebih tinggi untuk melewati merger yang tidak baik. Adanya
inflikasi dari benturan kepentingan diantara pemegang saham yang diidentifikasi
menjadi akhir penelitian.
Komentar
Posting Komentar