Pertemuan ke 4

Assalamu'alaikumwarahmatullah wabbrakatuh
         Haii jumpa,jumpa,jumpa dan jumpa lagi dengan saya si manusia minions heheheh di blog saya. Gimana kabar kalian semua bloggers setiaku. kali ini saya membuat tugas yang sama dikarenakan disetiap pertemuan kami selalu membuat tugas yang sangat-sangat diharuskan. oh iya minggu depan saya free tidak menulis blog dikarenakan kami akan UTS huhuhu. semangat buat semua nya ya kawan-kawan. Next semuanya inilah pembahasan nya.

Estimasi Kapasitas
Terdapat dua pilihan dalam meningkatkan output dalam suatu sistem
  • Menambah unit  kapasitas dalam suatu posisi/stasiun untukmeningkatkan output.
  • Menambah jumlah  palet yang diproses dalam suatu waktumulai dari satu hingga 3 palet
  • (karena kapasitas stan dapatmemuat beberapa palet sekaligus).


DAMPAK DARI PILIHAN DEBOTTLENECKING
Output tidak bertambah/ merangkap ketika perusahaan menambah stanpengecatan. Malahan deretan output hanya bertambah 3 s/d 5 saja.
Bottleneck bergeser dari stan pengecatan.
Stan Pre-treatmentsekarang menjadi bottleneck. Ini disebut wandering bottleneck.
Hal ini penting bagi implikasi dalam justifikasi investasi ketika tambahan kapasitas baru ditambahkan pada stasiun yang mengalami bottleneck.
Perusahaan mungkin tidak dapat mengkalkulasi pertambahan net dalam suatu produksi kecuali,perusahaan berhasil
menemukan lokasi bottleneck yang baru.
Penting untuk mengetahui kebijakan operasional tertentu agarperusahaan dapat mengubah 
output dalam suatu sistem.
Dampak Dari Perubahan Kebijakan  Bottleneck berpindah dari stan pengecatan. Stan Pretreatmensekarang menjadi sumber bottleneck

Dengan mengganti kebijakan operasional dalam proses,perusahaan akan mampu meningkatkan output dari barisan 3palet/jam menjadi 5 palet/jam. 
Hybrid option:
Perusahaan dapat secara simultan/sekaligusmengimplemantasikan perubahan kebijakan operasional dantambahan alternatif kapasitas 
„Perusahaan dapat menambah unit/stan pre-treatment 
„Sekaligus mengimplementasikan kebijakanpemrosesan 3 palet dalam satu waktu
Kesimpulan :
Semakin banyak unit yang ditambah pada unit koroner makafenomena wandering bottleneck akan muncul.
„Pada kapasitas 9 unit koroner, bottleneck berpindah kedepartemen radiologi untuk pasien tipe 1 dan tipe 2.
Output unit koroner dapat ditingkatkan bukan semata-matadengan menambah unit.
„Akan ada pilihan proses lainnya dan kesempatan peningkatanyang akan menghemat waktu proses dan meningkatkankapasitas.
Pertanyaan/Tugas :

Jelaskan pengertian Bottlenecking ?
Bagaimana Cara Menyelesaikan Wandering Debottlenecking suatu perusahaan dalam manajemen operasional?
Penyelesaian :

1. Bottlenecking adalah stasiun kerja atau mesin  bagian dari lintasan produksi yang memiliki capasitas produksi terkecil , sehingga menyebabkan waktu proses yang paling panjang dibanding stasiun kerja lainnya. Istilah lain yaitu titik kritis. Atau bisa dikatakan juga sumber daya yang tidak mampu memenuhi permintaan yang ada pada saat ini. 

2. Ada sepuluh prinsip yang dikemukakan oleh Goldratt telah menjadi panduan bagi banyak praktisi di berbagai jenis perusahaan, prinsip-prinsip tersebut adalah:
Seimbangkan aliran (flow), bukan kapasitas. Dalam setiap proses manufaktur, tentunya akan ada proses yang berjalan lebih cepat, ada yang lebih lambat. Disinilah anda harus memberikaneffort untuk mencapai aliran material yang berkesinambungan (continuous flow).

Utilisasi dari sumber daya non-bottleneck ditentukan bukan berdasarkan kapasitasnya, melainkan dengan beberapa hambatan lain dalam sistem. Jika dipaksakan, maka sumber-daya yang menjadi bottleneck-lah yang mengatur aliran, sehingga kapasitas dan utilisasi dari sumber daya non-bottleneck menjadi tidak relevan.
Utilisasi dan aktifasi tidaklah bersinonim. Sebuah mesin non-bottleneck tidak boleh “dijalankan” sepanjang waktu; jika dilakukan, maka akan terjadi kelebihan produksi. Utilisasi mesin dilakukan ketika mesin sedang aktif untuk memproduksi unit dengan rate output yang seimbang.
Satu jam yang hilang karena bottleneck berarti satu jam hilang dari keseluruhan sistem. Karena bottleneck akan mengatur sejumlah throughput di pabrik, maka jika bottleneck dihentikan sama saja dengan menghentikan seluruh aktifitas pabrik.
Satu jam yang dihemat dari sumber daya non-bottleneckhanyalah sia-sia saja. Efeknya berupa peningkatan kapasitas di sumber daya non-bottleneck, yang tidak perlu.
Bottleneck mengatur throughput dan sistem inventori. Outputpabrik akan sama dengan output bottleneck, dan inventori hanya boleh memasuki tempat penyimpanan di pabrik hanya jikabottleneck yang ada mampu menanganinya.
Transfer batch sama sekali tidak boleh menyamai process batch. Transfer batch adalah jumlah inventori work in process yang bergerak diantara area kerja. Untuk memelihara stabilitas aliran dan meminimalisir biaya inventori, batch ini tidak boleh menyamai kuantitas batch produksi.
Proses batch harus variabel, bukan tetap. Sistem tidak boleh dibatasi oleh persyaratan bahwa produk harus dibuat dalam satu batch besar. Ukuran batch dalam satu mesin dengan bottlenecktidak boleh menyamai ukutan batch pada mesin yang non-bottleneck.
Lead time adalah hasil dari jadwal yang ada, dan tidak dapat ditentukan sebelumnya. Lead time yang terspesifikasi sebelumnya yang ada pada solusi MRP tidak akan merefleksikan situasi yang sesungguhnya.
Jadwal harus dirancang dengan mempertimbangkan seluruh hambatan (constraint) secara simultan. Hambatan dapat berupa mesin, pekerja, atau material. Anda harus mempertimbangkan semuanya ketika membuat jadwal. 

sekian dari pembahasan dari blog saya, semoga bermanfaat buat yang membaca.

wassalamu'alaikum warahmatullah wabbrakatuh

SALAM SEMANAGAT
HIDUP MAHASISWA!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pertemuan ke 5

MAKALAH JURNAL SHADOW BANK

RIVIEW JURNAL OF FINANCIAL ECONOMIC