Pertemuan ke 3
Assalamu'alaikum Wr.Wb
Selamat sore para pemabaca, hari ini saya mau
buat materi report Ibu Kharirunnisa tentang "Indeks/Pengukuran Kinerja
Dalam Operasional dan Persoalan Kapasitas Pada Operasional".
Pada hari kamis kemarin, kami membahas 2 materi
sekaligus, jadi untuk posting kali ini akan sangat banyak pembahsannya. Ok!
Tidak perlu berlama-lama untuk kata pembukanya, langsung saja kita masuk ke
topik pembahasannya.
Untuk topik pembahasan yang pertama adalah
Indeks/Pengukuran Kinerja Dalam Operasional.
- Metrik kinerja untuk operasional
- Kualitas yang meliputi DPMO, FPY, Quality Cost, Shipment on-time, Customer Satisfaction
- Cost/biaya yang meliputi Inventory (perhari), Akuisisi, Produksi
- Delivery yang meliputi Order Fulfillment Time, OTD Index, Penataan Jadwal
- Flexibilitas yang hanya meliputi No Models (standart baru)
- Inovasi yang meliputi No Models, Hak Paten
- Responsiveness yang meliputi Waktu Tunggu, DElivery Quote
- Learning yang meliputi Waktu Training, Sugesti Per Karyawan
- Improvement yang hanya meliputi Konten saja
- Indentifikasi indeks kinerja yang sesuai
Dalam mengidentifikasi indeks kinerja kita harus
memahami keseluruhan kinerja tersebut, ketika sudah memahami seluruhnya maka
kita dapat membantu dalam perencanaan dan membuat pilihan yang sesuai.
Tantangan dan permasalahan yang timbul
Ekspektasi kustomer yang meningkat
organisasi manufaktur dan jasa harus dapat merespon
ekspektasi tersebut
perlunya mengembangkan kapabilitas untuk memunculkan produk
dan jasa baru lebih cepat namun tetap menguntungkan
- Tantangan bisnis masa kini dengan meningkatnya teknologi
- ATM dan internet banking,
- Akuisisi produk barang dan jasa,
- Pengembangan produk baru.
- Isu lingkungan
- Perkembangan industri meningkatkan kepedulian terhadap sumber daya alam dan limbah dari produksi
- Perusahaan dalam tekanan untuk bertanggungj awab terhadap pemulihan (restore), pemeliharaan (sustain), memperluas (expand) ekosistem dari pada mengeksploitasi.
Prioritas dalam operasional
mengaitkan antara sistem operasional terhadap kustomer/pasar
,memperoleh kapabilitas/ kemampuan untuk mentoleransi
prodilerasi/penyebaran produk
mengembangkan sistem dan prosedur yang mendorong
pembelajaran
mengenmbangkan praktik/aplikasi green manufacture
Identifikasi metrik yang penting ?
mencari tahu keinginan kustomer/pasar
analisa penawaran apa saja yang eksis di tengah-tengah
masyarakat
memahami tren yang muncul dilingkungan bisnis dan masyarakat
Order qualifiers dan order winners
atribut konfigurasi yang memenuhi syarat adalah seperangkat
atribut yang diharapkan kustomer terhadap sebuah produk maupun jasa yang
dipertimbangkan untuk mereka konsumsi
atribut konfigurasi yang menang/unggul adalah seperangkat
atribut lainnya yang memiliki potensial untuk memotovasi kustomer dalam membeli
produk ataupun jasa
Highlights
operasional adalah kebutuhan dasar bagi seluruh organisasi.
jika tidak adanya sebuah sistem operasional maka organisasi tersebut akan
sulit mengelolah organisasinya
keputusan terkait kapasitas , supply chain, produktivitas,
kualitas dan pilihan operasional lain adalah bagian dari operasional manajemen.
menciptakan competitive advantage bagi perusahaan melalui
sistem operasional
langkah awal dalam memahami operasional, konfigurasi dan
pola dalam sebuah organisasi
3 tipe sistem/pola konfigurasi :
continuous/streamlined
intermittent
jumbled flow system
kompleksitas Manajemen Operasional bermacam-macam tergantung
dari sistem pola aliran yang digunakan
Penting untuk memilih takaran operasional agar dapat
meningkatkan kecnderungan perusahaan untuk sukses di pasar
volume dan variety dalam penwawaran tertentu
pola flow dalam perusahaan
kompleksitas dalam mengelola operasional
kita membutuhkan indeks kinerja dalam operasional
membuat prioritas usaha dan pilihan yang perlu dilakukan
mengevaluasi dampak dari berbagai macam pilihan operasional
yang dilakukan
dengan pemahaman terhadap operasional, kita mungkin dalam
posisi :
mengembangkan persepsi secara keseluruhan
fokus terhadap aspek khusus dalam operasional secara detil
Untuk topik kita yang kedua adalah Persoalan Kapasitas Pada
Operasional
Pilihan-pilihan dalam mengembangkan Operasional
Meningkatkan sistem operasional butuh untuk
mengkronfontasi aspek inti dari operasional:
Kapasitas dalam Sistem
Inisiatif terkait produksi
Pilihan Supply Chain yang perlu dilakukan
Quality Assurance dalam Operasional
Pentingnya kapasitas
Kapasitas dan hubungannya terhadap tingkat kompetitif
dalam perusahaan bisnis.
dalam unit check-up kesehatan eksekutif di sebuah rumah
sakit multi-specialty banyak orang mengantri di sistem untuk giliran mereka dan
sebagian memilih untuk menunda bahkan membatalkan janji.
Perusahaan kesulitan untuk mengirimkan produk dan jasa pada
waktu yang telah ditentukan dikarenakan pesanan kustomer yang membludak.
Definisi Kapasitas
Kapasitas berhubungan langsung dengan kapasitas dari sumber
daya yang digunakan dalam proses operasional.
Dalam kasus manufaktur garmen contohnya adalah mesin
pemotong dan menjahit, kuantitas pekerja dalam tahap produksi, quality
assurance dsb akan menentukan kapasitas dari sebuah sistem.
Dalam kasus restoran jumlah/luas ruang makan,
kapasitas berbagai macam alat yang digunakan untuk measak, jumlah pelayan dan
chef, ketersediaan alat makan, piring, dll akan menentukan
kapasitas sebuah restoran.
Hal tersebut juga dapat mengindikasikan output
maksimum dari produk dan jasa yang dapat dihasilkan dengan menggunakan sumber
daya tertentu.
Kapasitas Pengukuran
Kapasitas dapat diukur dengan dua cara dalam Organisasi:\
Basis Output: Manufaktur mobil seperti Toyota akan
menghitung kapasitas produksi dasar perhari terhadap mobil,
misalnya 20.000 mobil/hari
Basis input sumber daya: penyedia layanan software atau
konsultan manajemen dapat mengukur kapasitas terkait jumlah profesional yang
mereka miliki.
Process Design & Capacity Analysis
Isu-isu dalam merencanakan kapasitas
Bagaimana berbagai macam sumber daya dalam sebuah sistem
operasional dapat menentukan kapasitas dalam sebuah sistem?
Bagaimana sumber daya tersebut mempengaruhi hasil produksi
dan mengukur kebutuhan kustomer seperti output dan komitmen delivery?
Bagaimana cara melaukan penaksiran sebuah kapasitas dalam
organisasi?
Data seperti apa yang dibutuhkan dalam rangka mengestimasi
sebuah kapasitas dalam organisasi?
Analisis Proses
Metode Analisis Proses adalah sebagai berikut:
Kita dapat menyertakan detail terkait sumber daya dan proses
lainnya terkait data.
Menggunakan logika dalam menganalisa hal-hal tersebut untuk menetukan
kapasitas dalam sebuah sistem
Analisis Proses
Building Blocks
Aktifitas: Berikut adalah bahan bangunan yang
membangun sebuah proses–Sebagai contoh kita ambil satu perusahaan manufaktur
dan jasa
Kendala teknis dan logikal: Tim operasional harus membuat
manual langkah-langkah apa saja yang harus dilewati dalam sebuah proses. Hal
ini penting, karena hanya dengan hal tersebut kita dapat mengetahui aliran
aktivitas.
Waktu proses untuk setiap aktifitas: Hal ini akan memberikan
kita ide sejauh/sebanyak apa sumber daya yang akan digunakan pada setiap
aktivitas.
Sumber Daya yang tersedia: hal ini bisa
memasukkan skill buruh, jenis mesin, tempat penyimpanan khusus, piranti,
komputer dan alat lainnya sebagai komponen.
RANGKUMAN DASAR PROSES
Informasi dasar yang dibutuhkan dalam analisis proses dan
kapasitas:
Aktivitas yang diilakukan dalam melakukan sebuah proses
kendala teknis dan logika
Waktu Proses
Ketersediaan sumber daya pada masing-masing
proses
Analisis Proses Throughput or Lead Time
Pengukuran waktu 55 menit adala h throughput timeatau manufacturing
lead time pada sebuah proses.
Tidak ada cara untuk mempersingkat waktu proses sebelum
55 menit.
Hal tersebut adalah waktu respon dengan mengasumsikan bahwa
produksi didsarkan pada waktu terdesak dan pabrik tidak memiiliki stok sama
sekali.
Organisasi perlu mengetahui pengukuran ini agar dapat
memenuhi kebutuhan kustomer atau jika terjadi situasi darurat dimana ada suatu
permintaan yang harus dipenuhi.
Analisis Proses
Cycle Time & Bottleneck
Pengukuran waktu 20 menit dikenal sebagaicycle time.Jika
kita memproduksi mainan tersebut secara terus menerus, kita akan memperhatikan
bahwa setiap batch yang keluar dari sistem adalah setiap 20 menit sekali.
Tahap proses yang menentukan cycle time mengontrol output
dari sebuah sistem. Sebagai contoh, Stasiun pengecatan/gambar memerintahkan
output dari sistem, Hal ini diketahui sebagai Bottleneck.
Demikianlah materi report
yang saya buat. Jika ada kekurangan dalam jurnal ini saya mohon maaf. semoga
jurnal ini bermanfaat bagi teman-teman dan pembaca semua.
Terima kasih, Wassalamu'alaikum Wr.Wb .
Komentar
Posting Komentar